Langsung ke konten utama

Pasca Banjir
Aktivitas Warga Kota Belum Pulih
            Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi dalam kehidupan manusia. Pada musim penghujan akan banyak terjadi tanah longsor, air sungai yang tiba-tiba menjadi keruh, dan banjir,. Salah satu koran yaitu Kompas memberitakan bahwa ibu Kota Bima terserang banjir hingga warga di Kota Bima harus mengungsi. Bantuan pun berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat baik itu lembaga pemerintah, yayasan, dan beberapa daerah tetangga.
Aktivitas warga di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, belum pulih. Warga masih fokus membersihkan rumah dari lumpur dan sampah akibat banjir yang terjadi dua kali pekan lalu.  Perdagangan masih lumpuh, sedangkan PT PLN (Persero) baru mampu mengaliri listrik 80% pelanggan.
            Bantuan logistik pun terus berdatangan ke Kota Bima. Hingga Sabtu pekan lalu, datang bantuan 1,1 ton beras, 571 kardus mie instan, 450 dus air mineral, 30 dus susu, 10.083 paket obat-obatan, 1.741 lembar selimut, 347 kilogram gula pasir, dan sumbangan uang Rp. 205 juta dari masyarakat Surabaya, Jatim.
            Banjir menerjang Kota Bima dan Kabupaten Bima, Rabu pekan lalu. Selain membuat ribuan warga mengungsi, banjir membuat sejumlah insfrastruktur rusak. Dua hari kemudian, Jumat, banjir kembali menerjang Kota Bima, setelah hujan lebat mengguyur wilayah hulu sungai yang melintasi Kota itu. Warga kembali Panik dan mengungsi.
            Menyikapi persoalan yang terjadi dalam berita pasca banjir diatas, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menangani masalah banjir. Salah satu kuncinya adalah tolong menolong. Mengapa tolong menolong? Tahukah anda apa itu tolong menolong? Tolong menolong merupakan kebutuhan hidup manusia yang merupakan sendi dan dasar kehidupan. Kata tolong menolong terdiri dari dua kata yaitu tolong yang berarti minta bantuan dan kata menolong berarti membantu meringankan beban. Melalui kegiatan tolong menolong diharapkan akan tercipta rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Tolong menolong juga memiliki manfaat yaitu meringankan beban, saling melengkapi satu dengan yang lain, pengamalan ajaran agama, membangkitkan kasih sayang, mempermudah pencapaian tujuan, menyelaraskan hati dan akal, dan menggalang rasa persatuan dan kesatuan. Lalu apa hubungannya dengan bencana banjir?
Sebagai warga negara yang berjiwa nasionalisme dan berpatriostime tentu saja Indonesia menjunjung tinggi Pancasila. Pengamalan dari sila pertama sampai kelima memiliki nilai-nilai kehidupan sebagai pedoman hidup. Kata tolong menolong terkandung dalam sila pertama, ketiga, dan keempat. Tolong menolong terhadap semua makhluk hidup. Contohnya dalam peristiwa banjir tersebut. Sebagai manusia yang berperikemanusiaan, sudah seharusnya untuk menolong sesama, seperti memberi bantuan yang telah dilakukan oleh masyarakat Surabaya kepada warga Kota Bima yang dilanda banjir.
Tidak hanya itu, dalam kehidupan telah diajarkan cara untuk merawat lingkungan disekitar kita. Tolong menolong dengan makhluk hidup (tumbuh-tumbuhan) juga sangat bermanfaat. Bila kita merawat lingkungan yang ada disekitar kita, niscaya dapat lingkungan juga akan menolong kita dengan melindungi kita saat adanya bencana seperti bencana tanah longsor dan banjir. Pohon yang ada di hutan patut dilestarikan dan tidak ditebang secara illegal hingga menyebabkan banjir.
Penerapan sistem tolong menolong ini dapat menjadi solusi dari peristiwa banjir yang terjadi di ibu Kota Bima, Mataram. Untuk itu mari bahu membahu, untuk saling tolong menolong mewujudkan masyarakat yang maju.



Created by : Gusti Ayu Istri Sumadiasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Rahina Galungan

Rahina Galungan Ring Buda Kliwon Wuku Dungulan Dharma Ngelungan Adharma Dharma Sane Melaksana Luwung Galungan Rahinan Jagat … Penampahan, Lawar Jukut Balung Busung Meringit Penjor Ngadeg Kukuh Sampian Ngiasin Pamerajan  Galungan … Hari Raya Umat Hindu Bhatara-bhatari Tedun                            Rahina Galungan … Ring Parahyangan Sami Janane Ngaturang Bakti Nunas Kerahayuan lan Kerahajengan Oleh : Gusti Ayu Istri Sumadiasih
Judul Buku            : Padang Bulan Judul Resensi       : Menelusuri Cerita di                                              Padang Bulan Penulis                   : Andrea Hirata Jenis Buku             : Novel Penerbit                 : PT Bentang Pustaka Kota Terbit            : Yogyakarta Tahun Terbit         : 2010 Tebal                      : 20,5 cm Ukuran buku      ...