Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017
Hanya Sebuah Rasa Semua kertas telah ia nodai Tapi tak cukup juga untuk perasaan ini Lembar demi lembar yang tak pernah bisa dibohongi Dengan segala rasa rindu ini Melupakan rindu Menghapusnya begitu saja Menggantikannya dengan keyakinan Bukan itu, tapi ia menanti sebuah kabar Ia mengerti, itu kewajibannya Sebagai seorang yang belum sepenuhnya perempuan  Garis tangan membawa jalan takdir dan, Sadar akan segala kekurangannya Apa ada yang salah? Air yang tak pernah dihargai Mengalir musnah karena panas Ia takut gagal Membanggakan diri Caranya menenangkan hati Ini bukan pembelaan Tapi sebuah keegoisan Bersabarlah Ia sedang berjuang keras Dengan kesusahan Hujan memaafkannya Angin merangkulnya Bulan menerangi langkahnya Cinta sejati menerima segalanya
Langit Purnama Di bawah sinarnya aku merindukannya Aku ingin dimengerti Aku selalu menjadi ibu Terkadang aku ingin menjadi seorang perempuan yang dimanja Aku ingin perhatian Mungkinkah? Dengan angin ku terbangkan rinduku Aku ingin dia tahu bahwa Aku ingin dia berjuang dan berusaha, bukan menyerah membiarkan segalanya hingga berakhir menjadi penyesalan Dengan nada ku curahkan rinduku ini Aku hanya perempuan yang tak ingin memulai Karena itu kodratnya  Namun bila aku salah Maka waktu yang akan menjawab Takdir dari segalanya

Sajak Sayatan

Tersayat Kata-Kata Dibalik senyum manis ini Ku sembunyikan hatiku Karena ungu itu telah bersaksi Diantara patung yang dungu Mata ini lelah melihat semua drama Telinga yang rindu keheningannya Hati yang selalu merasa perih Tersayat oleh kata-kata yang pedih Ego yang penuh kebutaan Pengorbanan disalahartikan Kata-kata dari mulut pendosa Rasa yang kian tak berasa Pasrah tak lagi memilih Biar aliran widya mengalir Bersama kering kantung air mata Tuhan tahu segalanya
Gadis Penggemar Awan Kelabu Siapa yang tak terluka hatinya? Hanya karena lelah berkata-kata Siapa yang mengerti? Hanya karena dia tak bisa meyakinkan Dia berjalan ke arah yang berbeda Bertemu di langit yang sama Angin menampiaskan debu Tepat di bawah awan kelabu Siapa yang tahu? Tentang kekurangan dirinya Siapa yang bisa menerima? Bahwa inilah dia yang sesungguhnya Awan kelabu pergi Maka kesendirian kembali temani Hatinya kembali memanas Membakar semua rasa Kembali dia memandang langit Silau mengernyitkan dahinya Dia membaringkan tubuh mungilnya Memejamkan matanya Bayang masa depan kembali menghampirinya Sebentar lagi waktu menunjukkan perpisahan Perpisahan yang membawa jalan ke langit yang berbeda Keraguan, Kebimbangan, Ketakutan Akankah dia bisa melawan semuanya? Akankah dia menjadi wanita seperti yang ia inginkan? Kembali dia buka matanya Dia bangkit dari hijau padang rumput Dan ia berkata Aku gadis pemberani, tak ada yang bisa menghalangiku Aku ...
Hallo kawan, ini nihh tugas English UN disuruh buat poster advertisement of product. Semoga bisa membantu teman-teman yang juga disuruh buat tugas ini yaa.. Semangat :D
Pasca Banjir Aktivitas Warga Kota Belum Pulih             Banjir adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi dalam kehidupan manusia. Pada musim penghujan akan banyak terjadi tanah longsor, air sungai yang tiba-tiba menjadi keruh, dan banjir,. Salah satu koran yaitu Kompas memberitakan bahwa ibu Kota Bima terserang banjir hingga warga di Kota Bima harus mengungsi. Bantuan pun berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat baik itu lembaga pemerintah, yayasan, dan beberapa daerah tetangga. Aktivitas warga di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, belum pulih. Warga masih fokus membersihkan rumah dari lumpur dan sampah akibat banjir yang terjadi dua kali pekan lalu.  Perdagangan masih lumpuh, sedangkan PT PLN (Persero) baru mampu mengaliri listrik 80% pelanggan.             Bantuan logistik pun terus berdatangan ke Kota Bima. Hingga Sabtu pekan lalu, datang bantuan 1...