Iya, aku seorang perempuan yang sedang terobsesi dengan mimpiku. Mimpiku yang begitu banyak euphoria. Hanya itu motivasi yang aku tahu. Aku masih tak percaya bahwa aku berjuang dengan pikiranku sendiri termasuk dalam percintaanku. Baru-baru ini aku merasakan Bali menangis. 2019 terakhir kali aku melihat Bali tersenyum. :’) aku merasa bahwa apa yang aku tekuni sangat terancam saat ini. Hingga perkataan yang tak seharusnya terdengar pahit menjadi sangat membuatku sakit. Aku dulu tak pernah tahu akan berada pada dunia ini. Dunia yang memberiku merasakan kemewahan dan keduniawian yang nyata. Yang menjadi tujuan hidupku dan orang banyak di dunia ini. Apa impianku salah? Apa bermimpi menjadi orang bermateri itu salah? Apakah mimpi ini adalah dosa? Aku menyadari bahwa tak semua manusia membutuhkan pariwisata. Aku tahu betul itu. Tapi tak semua juga yang tidak membutuhkannya. Setiap aspek bidang ke...