Langsung ke konten utama

I’m Nothing but Try to be Everything

    Iya, aku seorang perempuan yang sedang terobsesi dengan mimpiku. Mimpiku yang begitu banyak euphoria. Hanya itu motivasi yang aku tahu. Aku masih tak percaya bahwa aku berjuang dengan pikiranku sendiri termasuk dalam percintaanku. 

    Baru-baru ini aku merasakan Bali menangis. 2019 terakhir kali aku melihat Bali tersenyum. :’) aku merasa bahwa apa yang aku tekuni sangat terancam saat ini. Hingga perkataan yang tak seharusnya terdengar pahit menjadi sangat membuatku sakit. 

    Aku dulu tak pernah tahu akan berada pada dunia ini. Dunia yang memberiku merasakan kemewahan dan keduniawian yang nyata. Yang menjadi tujuan hidupku dan orang banyak di dunia ini. Apa impianku salah? Apa bermimpi menjadi orang bermateri itu salah? Apakah mimpi ini adalah dosa? 

    Aku menyadari bahwa tak semua manusia membutuhkan pariwisata. Aku tahu betul itu. Tapi tak semua juga yang tidak membutuhkannya. Setiap aspek bidang kehidupan memiliki porsi positif dan negatif mereka masing”. Bila pandangan mereka negatif, maka jurusan ini sangatlah rendah :). Tapi bagiku, karena Tuhan telah memberikanku jalan di tempat ini, aku tidak bisa menghindarinya. Aku harus menjalani dan menikmatinya. 

    Ini bukan tentang aku yang akan menjadi apa dan siapa. Tapi ini tentang perjuangan mencari kebenaran dalam mimpi-mimpi ini. Bahkan, kalaupun seorang yang aku cintai tak mendukungku. Aku akan terus berjalan sampai aku mendapatkannya. Aku tak perlu memberikan buktinya. Karena ini bukan untuk memenuhi ambisi dan dendam. Tapi murni aku ingin mewujudkan mimpiku sendiri. 

       Apa aku salah hidup di zaman yang serba berteknologi ini? Apa aku salah mengikuti tren saat ini? Mungkin bagi mereka yang memandang ini negatif tentu saja ini tidak ada kebenarannya. Tapi aku berharap, ada yang menerimaku dengan mimpi konyolku ini. :) aku tahu ini tidaklah mudah bagi seorang perempuan manja sepertiku. 

    Dari semua ini aku sadar, bahwa tidak ada salahnya berjuang sendirian dan terbiasa untuk mandiri menghadapi sesuatu. 

    Terima kasih 2020, di hari terakhirmu. Aku bisa menyalakan api yang telah padam. Semoga studiku dilancarkan 2021 ini. Aku berharap mereka yang selalu setia berada dibelakangku dengan support mereka yang tulus selalu dilimpahi kesehatan, rejeki berkelimpahan, dan kekuatan dalam perjuangan mimpi mereka. 

    Aku bersyukur karena aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Meskipun tak sejalan, tapi itu bukan penghambat bagiku untuk meraih apa yang aku impikan. #NyalakanDiridi2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Rahina Galungan

Rahina Galungan Ring Buda Kliwon Wuku Dungulan Dharma Ngelungan Adharma Dharma Sane Melaksana Luwung Galungan Rahinan Jagat … Penampahan, Lawar Jukut Balung Busung Meringit Penjor Ngadeg Kukuh Sampian Ngiasin Pamerajan  Galungan … Hari Raya Umat Hindu Bhatara-bhatari Tedun                            Rahina Galungan … Ring Parahyangan Sami Janane Ngaturang Bakti Nunas Kerahayuan lan Kerahajengan Oleh : Gusti Ayu Istri Sumadiasih
Judul Buku            : Padang Bulan Judul Resensi       : Menelusuri Cerita di                                              Padang Bulan Penulis                   : Andrea Hirata Jenis Buku             : Novel Penerbit                 : PT Bentang Pustaka Kota Terbit            : Yogyakarta Tahun Terbit         : 2010 Tebal                      : 20,5 cm Ukuran buku      ...