Gadis Penggemar Awan Kelabu
Siapa yang tak terluka hatinya?
Hanya karena lelah berkata-kata
Siapa yang mengerti?
Hanya karena dia tak bisa meyakinkan
Dia berjalan ke arah yang berbeda
Bertemu di langit yang sama
Angin menampiaskan debu
Tepat di bawah awan kelabu
Siapa yang tahu?
Tentang kekurangan dirinya
Siapa yang bisa menerima?
Bahwa inilah dia yang sesungguhnya
Awan kelabu pergi
Maka kesendirian kembali temani
Hatinya kembali memanas
Membakar semua rasa
Kembali dia memandang langit
Silau mengernyitkan dahinya
Dia membaringkan tubuh mungilnya
Memejamkan matanya
Bayang masa depan kembali menghampirinya
Sebentar lagi waktu menunjukkan perpisahan
Perpisahan yang membawa jalan ke langit yang berbeda
Keraguan, Kebimbangan, Ketakutan
Akankah dia bisa melawan semuanya?
Akankah dia menjadi wanita seperti yang ia inginkan?
Kembali dia buka matanya
Dia bangkit dari hijau padang rumput
Dan ia berkata
Aku gadis pemberani, tak ada yang bisa menghalangiku
Aku hanya bisa memberi kepastian dari tindakanku
Aku akan menjadi apa yang ia inginkan
Karena aku sangat mencintainya
Walau dengan segala kekuranganku
Angin dingin kemudian berdesir
Menerbangkan butiran halus bunga rumput
Kedatangan awan kelabu membuat hatinya teduh
Panas yang membakar hatinya telah mereda
Air matanya mengalir ditemani tetesan rintik air hujan
Dia yakin, kebahagian ada selangkah lagi di depannya
Langit yang berbeda memiliki ujung yang sama
Keraguan yang telah menjadi keyakinan
Kebimbangan yang telah menjadi kepastian
Ketakutan yang telah menjadi keberanian
Itulah dia Gadis Penggemar Awan Kelabu
Siapa yang tak terluka hatinya?
Hanya karena lelah berkata-kata
Siapa yang mengerti?
Hanya karena dia tak bisa meyakinkan
Dia berjalan ke arah yang berbeda
Bertemu di langit yang sama
Angin menampiaskan debu
Tepat di bawah awan kelabu
Siapa yang tahu?
Tentang kekurangan dirinya
Siapa yang bisa menerima?
Bahwa inilah dia yang sesungguhnya
Awan kelabu pergi
Maka kesendirian kembali temani
Hatinya kembali memanas
Membakar semua rasa
Kembali dia memandang langit
Silau mengernyitkan dahinya
Dia membaringkan tubuh mungilnya
Memejamkan matanya
Bayang masa depan kembali menghampirinya
Sebentar lagi waktu menunjukkan perpisahan
Perpisahan yang membawa jalan ke langit yang berbeda
Keraguan, Kebimbangan, Ketakutan
Akankah dia bisa melawan semuanya?
Akankah dia menjadi wanita seperti yang ia inginkan?
Kembali dia buka matanya
Dia bangkit dari hijau padang rumput
Dan ia berkata
Aku gadis pemberani, tak ada yang bisa menghalangiku
Aku hanya bisa memberi kepastian dari tindakanku
Aku akan menjadi apa yang ia inginkan
Karena aku sangat mencintainya
Walau dengan segala kekuranganku
Angin dingin kemudian berdesir
Menerbangkan butiran halus bunga rumput
Kedatangan awan kelabu membuat hatinya teduh
Panas yang membakar hatinya telah mereda
Air matanya mengalir ditemani tetesan rintik air hujan
Dia yakin, kebahagian ada selangkah lagi di depannya
Langit yang berbeda memiliki ujung yang sama
Keraguan yang telah menjadi keyakinan
Kebimbangan yang telah menjadi kepastian
Ketakutan yang telah menjadi keberanian
Itulah dia Gadis Penggemar Awan Kelabu
Komentar
Posting Komentar