Adat dan tradisi. Imajinasiku seakan tak mampu menunjukkannya pada padaku. Aku selalu dihantui akan mereka yang memarahiku, menegurku, menjatuhkanku, dan pastinya aku akan mengecewakan mereka. Lalu apa yang harus aku lakukan? Tentu saja aku harus belajar. Tapi kenapa actionnya tidak berjalan. Siapa yang harus aku cari? Kini aku tinggal di lingkungan yang berbeda. Lingkungan yang membawa imajinasiku ke hal baru yang lebih terbuka. Bahwa dunia tidak seperti yang mereka bilang, bahwa aku juga ingin meniti karirku. Ya aku ingin menjadi wanita karir, aku tak pernah memiliki tujuan untuk mengalahkan laki-laki. Aku menghormati laki-laki karena aku pun lahir dari tulang rusuk mereka. Ketika aku menjadi wanita karir seperti yang sering aku bayangkan, aku melihat hal yang belum bisa aku lakukan. Bagaimana aku menyeimbangkannya? Ketrampilan apa yang bisa aku lakukan kepada setiap pesan yang dititipkan, kepada setiap teguran yang sampai saat ini tertulis nyata dan di depan mataku sendiri aku membacanya berulang-ulang. Apakah analisisku salah? Kenapa aku merasa apa yang aku lakukan di jalan ku ini salah? Padahal warna ungu cinta itu yang membawaku ke takdir di dunia tourism ini. Aku mengucapkan terimakasih kepada cinta karena telah membawaku ke tempat meruaknya suasana ungu ini. Apakah dunia yang ku jalani sekarang akan membuatku jauh akan apa yang harus aku siapkan? Apa aku harus berpaku pada adat? Aku mencintai budaya dan seni. Tapi bagaimana jika aku tidak berhasil? Apa aku harus tetap mencobanya? Apa pikiranku terlalu jauh? Kenapa semua tetasa rumit? Apa aku bisa mengalahkan semua tantangan itu? Lalu bagaimana bila aku telah mencoba tapi aku gagal? Bagaimana dengan masa depan anak"ku? Akankah ada yang mengerti sistem patriakad yang sesungguhnya? Akankah ada yang mengerti denganku tanpa mempermasalahkan aku seorang perempuan? Aku tidak mengatur tapi sudah kodratku mengatur. Bila kodrat wanita hanya mengandung, melahirkan, mengurus anak dan rumah tangga, menjalankan setiap adat, pergi meninggalkan orang tua, tahu segalanya, berwawasan luas, berpendidikan, dan menjadi pelayan suami. Bolehkah wanita bernafas? Menghirup udara segar yang mereka inginkan? Apakah diriku terlihat ingin menguasai dunia? Maaf, sesungguhnya aku ingin menjadi yang terbaik dimata mu. Bukankah bila aku hebat kau akan bahagia? Bukankah kalau aku berbeda dari mereka kau akan bangga aku memiliki kelebihan? Bukankah kau akan senang aku bisa melakukan semuanya? Lihatlah nanti, aku sedang melatih kesabaranku, melatih emosiku, melatih attitudeku, melatih pikiranku, dan maaf bila aku belum melatih ketrampilanku. Aku sedang berproses disini. Bila akhirnya aku tak seperti apa yang kau inginkan ya aku hanya berprasah. Final nanti semua keputusan ada padamu. Aku juga ingin tahu seperti apa pemikiranmu sekarang? Apa berbeda dengan yang dulu? Mungkin sama dan pemikiranku yang baru hanya akan menjadi masalah untukmu. Dan perdebatan untuk kita. Maaf😭
Rahina Galungan Ring Buda Kliwon Wuku Dungulan Dharma Ngelungan Adharma Dharma Sane Melaksana Luwung Galungan Rahinan Jagat … Penampahan, Lawar Jukut Balung Busung Meringit Penjor Ngadeg Kukuh Sampian Ngiasin Pamerajan Galungan … Hari Raya Umat Hindu Bhatara-bhatari Tedun Rahina Galungan … Ring Parahyangan Sami Janane Ngaturang Bakti Nunas Kerahayuan lan Kerahajengan Oleh : Gusti Ayu Istri Sumadiasih
Komentar
Posting Komentar