Langsung ke konten utama

Esaynya Gek Istri



PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN METODE “TSP”
UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH BERSIH
DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
Pertambahan jumlah penduduk merupakan masalah klasik yang menjadi beban hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang dianggapnya sudah tidak berguna lagi, sehingga diperlakukannya sebagai barang buangan yang disebut sampah. Karena pertambahan jumlah penduduk tidak seiring dengan perkembangan luas lahan penampungan sampah, hal ini mengakibatkan sampah menggunung di setiap penjuru kota. Di sisi lain masalah sampah timbul karena kurang pedulinya sebagian masyarakat untuk mengelolanya. Seringkali kita lihat di masyarakat masih banyak yang membuang sampah sembarangan, misalnya di sekolah, kantor dan tempat-tempat umum. Akibatnya lingkungan menjadi kotor dan sering menimbulkan berbagai macam penyakit. Lingkungan yang kotor akibat sampah dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran dan mengganggu kesehatan lingkungan, seperti bau busuk, banyak lalat, nyamuk dan tempat bersarangnya bibit penyakit.
Sistem penanganan sampah kota yang ada sekarang masih mengandalkan pada Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA) sebagai tempat pembuangan sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga kecamatan. Persoalan dalam penanganan sampah kota, selain adanya keterbatasan ruang untuk TPA juga masalah polusi udara dari aroma tidak sedap sampah  dan belum optimalnya pemanfaatan sampah organik dan non organik menjadi sesuatu yang memiliki nilai positif baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Selain itu tempat pembuangan sampah yang jauh juga dapat membuat anggaran pengelolaan sampah membengkak, karena semakin jauh semakin besar pula biaya transportasinya.
Mencermati berbagai dampak negatif sampah terhadap lingkungan maka diperlukan suatu upaya dalam penanganan dan pengelolaan sampah secara efektif di lingkungan sekolah dengan melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah. Salah satu upaya mengelola sampah adalah dengan menerapkan metode yang ada di SMP Negeri 1 Mendoyo yaitu metode “TSP” (Tahan, Simpan, Pilah). Salah satu upaya yang dilakukan yaitu pemilahan sampah kering (sulit terurai/anorganik) dan sampah basah (mudah terurai/organik). Sampah kering dapat dimanfaatkan kembali atau di daur ulang di pabrik, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos. Upaya ini merupakan perwujudan implementasi 4 R (Reuse, Reduce, Recycle, Replace) yaitu :
1.      Reuse (Penggunaan Kembali) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih memungkinkan untuk dipakai misalnya penggunaan kembali botol-botol bekas
2.      Reduce (Pengurangan) yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.
3.      Recycle (Daur Ulang) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna misalnya daur ulang sampah organik menjadi kompos.
4.      Replace (Mengganti) yaitu mengganti barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
               Lalu bagaimana penerapan Metode TSP di SMP Negeri 1 Mendoyo? Apakah sulit? Metode TSP itu tidak terlalu sulit, seperti yang dilakukan oleh siswa di SMP Negeri 1 Mendoyo yaitu Metode “TSP” (Tahan, Simpan, Pilah) merupakan suatu metode penanganan dan pengelolaan sampah melalui 3 tahapan yaitu :
1.      Tahan yaitu menahan sampah-sampah yang telah terkumpul dalam bak-bak penampungan sampah sampah organik-anorganik yang tersedia di depan kelas dan tempat-tempat tertentu. Pembersihan pagi hari sebelum memulai pelajaran anak-anak membersihkan lingkungan sekolah, sampah-sampah yang dihasilkan akan di letakkan pada bak-bak penampungan dengan pemisahan sampah organik dan sampah anorganik. Selanjutnya sampah-sampah tersebut dikumpulkan di bak penampungan sampah yang khusus dibuat sekolah untuk menyimpan sampah sementara.
2.      Simpan yaitu menyimpan untuk sementara sampah dari bak-bak penampungan sampah yang ada di depan kelas yaitu sampah pembersihan saat pagi hari, sampah sisa konsumsi siswa saat istirahat pertama dan kedua untuk selanjutnya dipilah oleh piket TPA.
3.      Pilah yaitu memilah sampah-sampah organik dan anorganik yang telah terkumpul di bak-bak penampungan yang dilakukan oleh siswa yang mendapat tugas piket di TPA. Siswa yang tugas piket di TPA ini dikoordinatori oleh siswa-siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Sispala (Siswa Pecinta Alam) SMPN 1 Mendoyo. Piket TPA dilaksanakan saat pagi hari sebelum jam pelajaran dimulai dan pada siang hari setelah proses pembelajaran selesai. Melalui pemilahan sampah organik maka pembuatan kompos akan menjadi mudah dilakukan oleh siswa, karena sampah organik yang digunakan adalah sampah organik yang mudah terurai dan tidak lagi bercampur dengan batang-batang kayu yang cukup keras yang dapat memperpanjang waktu pematangan kompos. Sedangkan pemilahan sampah anorganik akan memisahkan sampah berdasarkan manfaatnya, yaitu sampah-sampah yang bernilai jual akan mendatangkan hasil, yang hasilnya akan digunakan sebagai kas ekstrakurikuler Sispala. Selanjutnya sampah-sampah yang masih bisa didaur ulang akan dimanfaatkan menjadi tas, tutup saji atau tempat pensil. Sedangkan sampah-sampah yang tidak laku dijual dan tidak dapat didaur ulang akan dikumpulkan pada karung-karung untuk diangkut ke tempat pengolahan akhir (TPA) di Dusun Peh Desa Kaliakah, Negara.
Penerapan metode “TSP” dalam pengelolaan sampah di lingkungan SMPN 1 Mendoyo cukup efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan dari sampah. Karena ternyata sampah-sampah tersebut masih dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis serta pengelolaannya dilakukan dengan berwawasan lingkungan.
Pemahaman terhadap pengolahan sampah ini dapat diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda sehingga dapat menumbuhkan kesadaran serta partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan sehingga nantinya diharapkan pemilahan sampah dapat menjadi suatu kebiasaan dari diri siswa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Rahina Galungan

Rahina Galungan Ring Buda Kliwon Wuku Dungulan Dharma Ngelungan Adharma Dharma Sane Melaksana Luwung Galungan Rahinan Jagat … Penampahan, Lawar Jukut Balung Busung Meringit Penjor Ngadeg Kukuh Sampian Ngiasin Pamerajan  Galungan … Hari Raya Umat Hindu Bhatara-bhatari Tedun                            Rahina Galungan … Ring Parahyangan Sami Janane Ngaturang Bakti Nunas Kerahayuan lan Kerahajengan Oleh : Gusti Ayu Istri Sumadiasih
Judul Buku            : Padang Bulan Judul Resensi       : Menelusuri Cerita di                                              Padang Bulan Penulis                   : Andrea Hirata Jenis Buku             : Novel Penerbit                 : PT Bentang Pustaka Kota Terbit            : Yogyakarta Tahun Terbit         : 2010 Tebal                      : 20,5 cm Ukuran buku      ...