Oleh : Gusti Ayu Istri Sumadiasih ^_^
Nagita adalah anak pertama dari
dua bersaudara. Dia lahir tepat pada tanggal 9 Oktober 1999. Dia dilahirkan di
keluarga yang cukup mampu, ibu dan ayahnya bekerja wiraswasta. Kini, Nagita
bersekolah di salah satu SMP swasta yairu SMP Harapan Bangsa. Tentu saja dia di
sekolah mempunyai sahabat. Sahabat-sahabatnya bernama Nia, Sarah dan Rissa. Nia
orangnya lembut dan selalu mengerti keadaan Nagita. Sarah jagonya menghibur
dengan humornya yang lucu. Dan Rissa orangnya enak diajak curhat dan suka
menolong.
Kegiatan
Nagita di sekolahnya terbilang sangat padat. Diantaranya, dia mengikuti
ekstrakurikuler karaoke, musik, PMR, KIR dan club biologi. Nagita juga aktif
dalam kegiatan osis di sekolahnya. Dia mempunyai cita-cita menjadi dokter dan
dia suka sekali dengan pelajaran biologi.
Suatu
hari ketika dia melihat kalender di rumah, dia melihat bahwa hari ulang
tahunnya dua hari lagi. Tepat tanggal 9 Oktober 2014 dia akan berumur 15 tahun.
Dia berharap ada yang memberinya hadiah ulang tahun saat itu.
Hari
pun berlalu, tibalah hari ulang tahunnya, seperti biasa dia pergi ke sekolah,
belajar dengan teman-temannya dan tak ada yang special. Hanya ada ucapan
selamat dari ketiga sahabat-sahabatnya itu, saat Nagita akan masuk ke kelasnya
tiba-tiba dari belakang pintu “Duuuaaarrrrrr!!!!!” suara itu mengejutkan
Nagita. Lalu sahabatnya mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. “Happy
Birthday ya Nagita” ucap Nia sembari memeluk Nagita. “Thanks ya Nia” jawab Nagita, tersenyum. “Hidup
melarat beli sepatu, jadi sahabat harus tetap bersatu! Selamat ulang tahun
Nagita, moga panjang umur dan sehat selalu” ucap Sarah. Lalu Rissa mentertawai
pantun yang diucapkan Sarah. “Hahahaha.. keren pantunnya. Happy Birthday ya
Nagita yang ke-15” ucap Rissa sambil tertawa kecil. Lalu Nagita menjawab
“Terimakasih teman-teman udah inget sama ulang tahunku hari ini. Aku bahagia
punya kalian”. “Oh iya dong, kita gitu lohh..” ujar Rissa. “Maaf ya, kita gak
bisa ngasi kamu kado” kata Nia dengan wajah yang kecewa. “Iya, lagi kanker
nih!” ujar Sarah. Lalu Sarah menjawab “Kantong Kering maksudnya hehehe.. “.
“Ada-ada saja kamu ni ah!” sambung Rissa. Nagita pun tertawa “Ahahahaha..
udah-udah gak apa-apa kok, santai aja. Kalian udah ngucapin selamat aja, aku
udah seneng banget” kata Nagita sambil tersenyum kepada sahabat-sahabatnya.
Saat
jam istirahat, mereka pergi ke kantin bersama-sama. Tampak dari kejauhan ada
seorang anak laki-laki yang tersenyum memandangangi Nagita. Namun Nagita tak
menghiraukan laki-laki itu. Lalu dia dan teman-temannya bergegas ke kelas.
Sepulang
sekolah, Nagita mengeluarkan bukunya dari tas dan menaruhnya di lemari meja
belajarnya, lalu dia melihat ada sebuah kado dan sekuntum bunga mawar di
tasnya. Nagita terkejut, melihat hal tersebut dia langsung membuka kado itu,
ternyata isinya adalah boneka panda yang lucu. Dia menduga bahwa hadiah itu
dari ketiga sahabatnya.
Keesokan
harinya, dia pun segera mencari sahabatnya “Teman-teman makasi ya hadiahnya
kemarin” kata Nagita. Ketiga sahabatnya itu tampak kebingungan. “Hah? Hadiah
apaan?” Tanya Nia mengerutkan dahinya. “Kita gak ada ngasi kamu hadiah kemarin
Ta!” jawab Rissa. “ Betul, betul, betul” celetuk Sarah. “Terus yang ngasi
hadiah siapa?” Tanya Nagita kepada sahabatnya. “Penggemarmu mungkin” ujar Nia.
“Penggemar itu mungkin diam-diam suka sama kamu Ta, sahut Rissa. “Kita cari tau
aja sekarang siapa yang ngasi hadiah ke Nagita” ujar Sarah. “Benar kata Sarah”
jawab Nagita.
Merekapun
mulai menyelidiki teman-teman di kelas “ Ehh.. Ada yang ngasi Nagita kemaren
hadiah ultah gak?” Tanya Sarah dengan suara yang keras. “Enggak..” jawab
teman-temannya. “Lho kok enggak sih?” kata Sarah sambil menggaruk-garuk kepala,
kebingungan. “Gini aja, kita perhatiin aja gerak-gerik cowok yang suka sama
Nagita” ujar Nia. “Bener jugakk tuhh” gumam Rissa.
Jam
istirahat pertama mereka berkeliling dan duduk-duduk di sekitar pohon Ancak
yang ada di sekolahnya itu. Dan tentu banyak yang memperhatikan Nagita. Lalu
Sarah berkata “Gila bener!, banyak cowpk yang merhatiin Nagita”. “Pilih yang
merhatiin paling lama!” jawab Nia. Bel masuk kelas pun berbunyi, orang-orang
yang memperhatikan Nagita sudah banyak yang masuk kelas, tapi ada satu orang
yang masih memperhatikannya. “Eh liat deh Angga dari tadi merhatiin Nagita,
padahal kan udah bel” ujar Rissa sambil menunjuk ke arah Angga. Lalu pandangan
mereka menuju ke arah Angga. Hingga membuatnya salah tingkah dan langsung pergi
ke kelasnya. “Tenang Nagita, kita akan tahu
siapa pemberi hadiah itu” kata Nia, menenangkan. “Baiklah Nia, kita
lanjutkan nanti saja. “ jawab Nagita dan mereka pun kembali ke kelasnya.
Lalu
jam istirahat kedua, mereka langsung pergi mencari Angga. Lalu RIssa
menanyainya “Ga! Jujur ya, kamu kan yang ngasi Nagita hadiah ulang tahun
kemarin?”. Angga menjawab “Enggak, aku enggak ada kok ngasi dia kado”. “Trus
siapa yang ngasi? Bukannya kamu suka sama Nagita?” Tanya Sarah pada Angga. “iiya
aku suka, tapi temen aku suka banget sama dia” jawab Angga. “SIapa?” Tanya Nia.
“iya siapa?” Tanya Rissa yang juga penasaran. Lalu Angga menjawab “Orangnya
bernama Nanda”. “Kenapa kamu bisa tau?” Tanya Sarah dengan raut wajahnya yang
serius. Kemudian Angga menjelaskan “Lusa lalu aku lihat dia beli boneka panda
sama bunga mawar di Hardys, katanya sih buat orang yang ulang tahun. Dan juga tak
sengaja aku lihat dia masuk ke kelas kalian kemarin saat kalian di kantin”
jelas Angga pada Nagita dan sahabat-sahabatnya. “Iya, iya bener Ga, isinya
boneka panda dan sekuntum bunga mawar merah. Pantas saja kemarin dia tersenyum
saat aku berada di kantin” jawab Nagita. “Kau harus dekati dia, memang agak
dingin orangnya” ujar Angga pada Nagita. “Baiklah Ga, Makasi ya temen-temen,
akhirnya aku tahu pemberi hadiah ulang tahunku itu” jawab Nagita sambil tersenyum
manis. “Sama-sama Ta, temui dia pulang sekolah nanti dan ucapkan terimakasih
padanya” ujar Nia. “Baiklah Nia” jawab Nagita tersenyum kepada teman-temannya.
Sepulang
sekolah, Nagita bergegas mencari Nanda di depan kelasnya dan menemuinya. “Ada
apa kau menemuiku?” Tanya Nanda. “Apakah kau yang memberikan hadiah ulang tahun
kepadaku kemarin?” Tanya Nagita dengan serius. Lalu Nanda menjawab “Tidak,
ngapain aku ngasi kamu hadiah?”. Nagitapun
merasa kecewa dan menjawab “Oh.. mungkin aku salah orang!, Maaf”.
Kemudian dia berlari pergi meninggalkan Nanda. Tiba-tiba Nanda memanggilnya
“Nagita!”. Langkah Nagita pun terhenti, Nanda berlari dan memeluknya dari
belakang lalu berkata “Iya Ta, aku yang memberimu hadiah itu, kau suka? Aku
suka padamu makanya diam-diam aku memberimu hadiah” jelas Nanda. Nagita pun
terdiam dan terkejut “kau? Iya aku menyukai hadiah itu Nanda” jawab Nagita.
Nanda kemudian melepaskan pelukannya dan Nagita membalikkan badannya lalu
memandang mata Nanda “Terimakasih Nanda” ucap Nagita. Lalu Nanda memeluk Nagita
dan menciup pipinya.
Sejak
saat itulah Nagita mulai akrab dengan Nanda, setelah dia tau bahwa Nanda yang
memberikan hadiah itu.
*TAMAT*
Misteri Hadiah Ulang Tahun Nagita
Komentar
Posting Komentar